Kamis, 11 Desember 2025

PAI KUA Padamara Mengudara, Ajak Masyarakat Lakukan Refleksi Spiritual atas Bencana Alam

PAI KUA Padamara, Siti Ubaidah, yang mewakili TP PKK Kecamatan Padamara saat siaran di Radio LPPL Gema Sudirman Purbalingga, Selasa (9/12/2025) lalu.(Foto: Siti Ubaidah)

Purbalingga-Musibah bencana alam yang melanda Indonesia di tahun 2025 mengundang keprihatinan mendalam sekaligus refleksi bagi masyarakat. Hal tersebut disampaikan oleh Penyuluh Agama Islam KUA Padamara, Siti Ubaidah, yang mewakili TP PKK Kecamatan Padamara dalam siaran di Radio LPPL Gema Sudirman Purbalingga, Selasa (9/12/2025) lalu.

Dalam refleksinya, ia menyebut tiga pesan penting dari bencana alam yang terjadi, yaitu menjaga lingkungan, menguatkan semangat ta’awun atau tolong-menolong, serta muhasabah diri atas perilaku manusia selama ini terhadap bumi dan sesama.

Dalam sapaan hangatnya kepada pendengar setia, Siti Ubaidah menyampaikan bahwa rangkaian bencana di berbagai daerah, mulai dari banjir bandang di Sumatera, gempa tektonik di kawasan timur Indonesia, hingga erupsi Gunung Semeru, menjadi duka nasional yang perlu direnungi bersama.

BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/search/label/PADAMARA 

Mengutip data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per 7 Desember 2025, tercatat 921 jiwa meninggal dunia, 392 orang hilang, dan 5.000 warga terluka di 52 Kabupaten/Kota di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Selain korban jiwa, lebih dari 156.500 rumah rusak dan ratusan ribu warga harus mengungsi.

“Saya mengajak kita semua merenung. Apakah ini sekadar musibah, atau ada pesan Illahi yang sedang mengetuk hati kita?” ajaknya.

Ia menegaskan bahwa dalam perspektif Islam, musibah bukan hanya peristiwa fisik, tetapi juga membawa pesan spiritual. Sebagaimana firman Allah dalam QS. Al-Baqarah ayat 286 yang menegaskan bahwa setiap ujian pasti sesuai kemampuan hamba untuk menghadapinya. 

PAI KUA Padamara, Siti Ubaidah, bersama rekan saat siaran di Radio LPPL Gema Sudirman Purbalingga, Selasa (9/12/2025) lalu.(Foto: Siti Ubaidah)

Siti Ubaidah juga menyampaikan bahwa bencana dapat menjadi pengingat manusia untuk memperbaiki hubungan dengan alam. Ia menyoroti kerusakan lingkungan akibat perilaku manusia seperti pencemaran sungai, penggundulan hutan, dan eksploitasi sumber daya alam. Al Qur’an Surat Ar-Rum ayat 41 menjadi peringatan bahwa kerusakan di darat dan laut merupakan akibat ulah manusia sendiri.

“Bencana boleh datang, tapi iman jangan goyah. Rumah boleh roboh, tapi harapan jangan runtuh,” tuturnya menegaskan optimisme.

Ia juga mengajak masyarakat untuk terus berdoa, menjaga lingkungan, dan memperkuat kepedulian sosial.

Siaran ditutup dengan doa untuk keselamatan bangsa serta ajakan merawat bumi sebagai amanah Allah, disertai pantun penyejuk suasana.

“Pohon tinggi di balik pagar,
Di sebelahnya tampak mawar merekah.
Mari rawat bumi agar tetap segar,
Agar hidup kita penuh berkah.”(*) 

Kontributor : Siti Ubaidah (PAI KUA Padamara)
Editor: Imam Edi Siswanto

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Penyuluh Agama KUA Karangreja Tekankan Pentingnya Sholat Lima Waktu pada Siswa MTs Ma’arif NU Gondang

PAI KUA Karangreja, Ngamali, S.H. , saat menyampaikan pesan keagamaan dalam peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW yang digelar di MTs Ma...