Senin, 08 Desember 2025

Bedakan UPF dan Real Food: PAI KUA Kutasari Ajak Jamaah Fatayat NU Sumingkir Konsumsi Makanan Halal dan Thayyib

PAI KUA Kutasari, Fitriana Pusporini saat menyampaikan materi kepenyuluhan bertema “Perbedaan Makanan UPF (Ultra Processed Food) dan Real Food sesuai Surat Al-Baqarah ayat 168” di Majelis Taklim Fatayat NU Ranting Sumingkir, Ahad (7/12/2025).(Foto: Fitriana Pusporini)

Purbalingga-Penyuluh Agama Islam (PAI) dari Kantor Urusan Agama (KUA) Kutasari, Fitriana Pusporini menggelar penyuluhan bertema “Perbedaan Makanan UPF (Ultra Processed Food) dan Real Food sesuai Surat Al-Baqarah ayat 168” dalam acara Majelis Taklim Fatayat NU Ranting Sumingkir, Ahad (7/12/2025).

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari upaya meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap pentingnya memilih makanan yang halal, thayyib (baik), dan sehat. 

BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/search/label/KUTASARI

Fitriana menjelaskan, bahwa Allah SWT dalam Surat Al-Baqarah ayat 168 memerintahkan umat manusia untuk mengonsumsi makanan yang halal dan baik, bukan yang berbahaya bagi tubuh dan jiwa.

PAI KUA Kutasari, Fitriana Pusporini foto bersama pengurus dan anggota Majelis Taklim Fatayat NU Ranting Sumingkir, Ahad (7/12/2025).(Foto: Fitriana Pusporini)

Ia menegaskan perbedaan antara makanan Ultra Processed Food (UPF), yang umumnya mengandung banyak bahan kimia dan pemanis buatan, dengan makanan asli (Real Food) yang alami dan minim proses pengolahan.

"Makanan UPF sering kali mengandung zat aditif yang berisiko bagi kesehatan jangka panjang, sedangkan Real Food mendukung kekuatan tubuh dan jiwa sesuai tuntunan agama," jelasnya di hadapan puluhan jamaah taklim.

Majelis Taklim Fatayat NU Sumingkir menyambut baik kegiatan ini sebagai upaya edukasi yang sangat bermanfaat bagi warga sekitar.

Ketua Ranting Fatayat NU Ranting Sumingkir, Tria, menyampaikan apresiasi atas penyuluhan tersebut. Menurutnya, materi tentang perbedaan makanan UPF dan Real Food sangat relevan dengan kondisi saat ini di mana banyak masyarakat belum memahami dampak konsumsi makanan olahan berlebihan.

Suasana kepenyuluhan di Majelis Taklim Fatayat NU Ranting Sumingkir, Ahad (7/12/2025).(Foto: Fitriana Pusporini)

“Kami sangat berterima kasih kepada Ibu Fitriana yang telah memberikan pencerahan dan motivasi agar kita semua lebih selektif dalam memilih makanan. Semoga ilmu yang diberikan dapat membantu meningkatkan kualitas hidup jamaah, terutama dalam menjalankan sunnah Islam tentang memilih makanan yang halal dan thayyib,” ungkapnya.

Tria berharap kegiatan seperti ini dapat rutin digelar untuk terus membangun kesadaran dan kebiasaan hidup sehat di kalangan jamaah Fatayat NU, dan menjadi langkah positif dalam membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kualitas makanan sebagai bagian dari ibadah dan kesehatan.(*) 

Kontributor: Fitriana Pusporini (Penyuluh Agama Islam KUA Kutasari)
Editor: Imam Edi Siswanto

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Penyuluh Agama KUA Karangreja Tekankan Pentingnya Sholat Lima Waktu pada Siswa MTs Ma’arif NU Gondang

PAI KUA Karangreja, Ngamali, S.H. , saat menyampaikan pesan keagamaan dalam peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW yang digelar di MTs Ma...