Purbalingga-Rapat Koordinasi Validasi dan Evaluasi Data Pesantren Tahun 2025 Bidang Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga di Aula Andrawina Owabong, Purbalingga, Selasa (25/11/2025).
Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam upaya memperkuat pendataan sekaligus meningkatkan kualitas tata kelola pesantren di Kabupaten Purbalingga.
BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/search/label/Kepenyuluhan
Plt. Kasi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga, Lina Parwati, melaporkan bahwa kegiatan tersebut diikuti oleh 150 peserta.
Mereka berasal dari berbagai unsur, di antaranya Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga, Penyuluh Agama Islam, DPC FKPP Purbalingga, Pondok Pesantren se-Kabupaten Purbalingga, LDNU, RMI, DPC FKDT, BADKO, serta perwakilan dari Muhammadiyah, NU, dan LDII. Kehadiran berbagai organisasi keagamaan ini menunjukkan kuatnya semangat kolaborasi untuk memajukan pendidikan pesantren.
Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag) Kabupaten Purbalingga, H. Zahid Khasani, dalam sambutannya menegaskan bahwa pesantren merupakan institusi yang lahir dari masyarakat dan dikelola dengan kearifan serta manajemen yang kuat dari para kiai.
“Pesantren lahir dari masyarakat, yang syarat dengan manajemen dari para Kiai,” ujarnya singkat namun penuh makna.
Ia menegaskan pula pentingnya penguatan data pesantren sebagai bentuk kepedulian bersama, terlebih setelah musibah di Ponpes Al-Khozini Sidoarjo, serta perlunya kebijakan khusus terkait sarana prasarana pesantren yang tumbuh secara mandiri dari masyarakat.
Kakankemenag berharap hasil pertemuan ini dapat dirangkum menjadi rekomendasi untuk Kakanwil, sehingga fasilitas yang diberikan dapat berdampak nyata di Purbalingga.
Ia juga mencatat bahwa pesantren yang terdata di EMIS sebanyak 97, sementara jumlah riil di lapangan lebih besar.
Sebelum membuka acara secara resmi, H. Zahid juga menyampaikan apresiasi kepada para Penyuluh Agama Islam yang telah bergerak cepat mengumpulkan data pondok pesantren di lapangan. Upaya tersebut menjadi fondasi utama dalam memastikan validitas dan akurasi data yang akan digunakan dalam penyusunan kebijakan di tahun mendatang.
Setelah pembukaan, peserta mengikuti pemaparan dari dua narasumber yang mewakili Muhammadiyah, H. M. Nurkholis (Pimpinan Ma'had Islam Purwokerto/Pengurus PDM) dan Nahdlatul Ulama, KH. Salim Effendi (Sekretaris PCNU Purbalingga). Kedua narasumber memberikan penjelasan terkait strategi dan praktik terbaik dalam pengelolaan data pesantren, sehingga peserta mendapatkan perspektif yang lebih luas dan komprehensif.
Melalui rakor ini, diharapkan sinergi antar-lembaga dan ormas Islam semakin kuat, serta mampu menghasilkan data pesantren yang akurat dan bermanfaat bagi pengembangan pendidikan keagamaan di Purbalingga.(*)
Pewarta: Imam Edi Siswanto



💯
BalasHapusTertarik Narsum yg kedua.👍👍
BalasHapusMari kita peduli pesantren.
BalasHapusSemoga tambah Berkah 🤲
BalasHapusMari kita peduli pd lembaga² pendidikan termasuk pesantren
BalasHapus