Oleh : Artanti Laili Zulaiha (PAI KUA Karanganyar)
Editor: Imam Edi Siswanto
Akhir tahun merupakan momentum untuk melakukan refleksi, evaluasi, dan penguatan komitmen dalam menjalani peran kehidupan, baik secara personal maupun profesional. Penghujung tahun menjadi ruang renungan untuk mensyukuri perjalanan pengabdian sekaligus menata langkah menuju tahun 2026 dengan semangat yang lebih matang dan terarah.
Refleksi Pribadi: Bertumbuh dalam Nilai dan Integritas
Sebagai pribadi, tahun yang dilalui menghadirkan beragam dinamika kehidupan yang sarat pembelajaran. Setiap proses, baik keberhasilan maupun tantangan menjadi sarana pendewasaan diri. Nilai kesabaran, keikhlasan, dan konsistensi dalam menjaga integritas menjadi fondasi utama dalam menjalani peran-peran di tengah masyarakat.
BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/search/label/Artikel%20Penyuluh
Sebagai Anak dan Istri/ suami: Menjaga Harmoni Keluarga
Keluarga merupakan basis utama pembentukan karakter. Sebagai seorang anak, refleksi tahun ini menegaskan pentingnya bakti kepada orang tua sebagai sumber keberkahan hidup. Sementara sebagai istri/ suami, perjalanan rumah tangga menjadi ruang belajar tentang tanggung jawab, komunikasi, dan kebersamaan. Keharmonisan keluarga dipahami sebagai hasil dari komitmen bersama untuk saling mendukung dan menguatkan.
Sebagai Penyuluh Agama Islam: Mengabdi dengan Pendekatan Humanis
Dalam kapasitas sebagai Penyuluh Agama Islam, memaknai tugas penyuluhan bukan sekadar penyampaian materi keagamaan, tetapi sebagai proses pendampingan umat secara berkelanjutan. Kehadiran penyuluh di tengah masyarakat dituntut mampu menjadi jembatan antara nilai-nilai keagamaan dan realitas sosial.
Pendekatan humanis, komunikatif, dan kontekstual menjadi kunci dalam menyampaikan pesan-pesan keagamaan agar dapat diterima, dipahami, dan diamalkan oleh masyarakat. Setiap interaksi dengan umat menjadi cermin untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan profesionalitas sebagai aparatur dan pelayan publik.
Peran dalam Masyarakat dan Pengabdian
Keterlibatan aktif dalam kehidupan masyarakat merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari peran sebagai penyuluh agama. Pengabdian tidak hanya diwujudkan melalui kegiatan formal kelembagaan, tetapi juga melalui kehadiran nyata di tengah masyarakat—mendengar, memahami, dan turut menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan sosial dan keagamaan.
Melalui pendekatan yang komunikatif dan penuh empati, pengabdian dimaknai sebagai proses membangun kepercayaan dan menumbuhkan kesadaran kolektif. Sinergi dengan tokoh masyarakat, lembaga keagamaan, serta berbagai elemen sosial menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan yang harmonis, religius, dan berdaya. Peran ini dijalani dengan kesadaran bahwa pelayanan terbaik lahir dari ketulusan, konsistensi, dan komitmen untuk terus belajar dari masyarakat itu sendiri.
Menyongsong Tahun 2026: Komitmen dan Harapan
Menutup tahun dengan refleksi merupakan bentuk tanggung jawab moral untuk melangkah lebih baik ke depan. Menyongsong tahun 2026, mari bersama berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas diri, memperkuat pengabdian kepada masyarakat, serta menjaga sinergi antara peran keluarga, profesi, dan organisasi.
Semoga tahun 2026 menjadi momentum yang baik untuk menghadirkan pelayanan keagamaan yang semakin berkualitas, responsif, dan berorientasi pada kemaslahatan umat. Hal ini sejalan dengan nilai-nilai integritas, profesionalitas, dan moderasi beragama.(*)

Menyongsong tahun 2026💪💪💪ðŸ¤
BalasHapusmantaop
BalasHapusSaya bisanya cuma like komen
BalasHapus