![]() |
| PAI KUA Karangreja saat menyampaikan materi Nasionalisme kepada Dewan Asatid TPQ Nurul Fattah Siwarak di Ruang Kelas TPQ, Kamis (9/4/2026). (Foto: Saryono) |
Purbalingga-Penyuluh Agama Islam (PAI) KUA Karangreja, Saryono, Ngamali, dan Shofa Nailin Na’im dalam pendampingan lanjutan pengajuan izin operasional Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) Nurul Fattah Siwarak menekankan menyatakan loyalitas terhadap Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, serta Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai syarat utama dalam penerbitan izin operasional, Kamis (9/4/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pembinaan lembaga pendidikan keagamaan nonformal oleh penyuluh agama Islam.
BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/search/label/KARANGREJA
Kegiatan ini bertujuan untuk membantu pengelola TPQ dalam melengkapi persyaratan administrasi sekaligus memastikan terpenuhinya komitmen ideologis sebagai dasar dalam pengajuan izin operasional.
Kegiatan ini bertujuan untuk membantu pengelola TPQ dalam melengkapi persyaratan administrasi sekaligus memastikan terpenuhinya komitmen ideologis sebagai dasar dalam pengajuan izin operasional.
Mereka menegaskan bahwa TPQ tidak hanya berfungsi sebagai tempat belajar membaca Al-Qur’an, tetapi juga sebagai wadah pembentukan karakter generasi yang berakhlak dan berwawasan kebangsaan.
Pendampingan lanjutan ini dihadiri oleh penyuluh agama Islam dari KUA Karangreja yaitu Saryono, Ngamali, dan Shofa Nailin Na’im, serta diikuti oleh seluruh dewan asatidz TPQ Nurul Fattah Siwarak yang tampak antusias mengikuti setiap tahapan kegiatan.
Menurut Saryono dalam arahannya bahwa, Komitmen terhadap Pancasila, UUD 1945, dan NKRI bukan hanya formalitas administrasi, tetapi menjadi landasan utama dalam mendidik santri agar memiliki sikap moderat, toleran, dan cinta tanah air.
“TPQ harus mampu mengajarkan Islam yang rahmatan lil ‘alamin serta menjadi garda terdepan dalam mencegah masuknya paham radikalisme.” Tegasnya.
Selain itu, para pengelola TPQ juga menyatakan kesanggupan untuk mengimplementasikan nilai-nilai Islam yang damai dan inklusif dalam kegiatan pembelajaran sehari-hari.
Dalam kesempatan yang sama, perwakilan dewan asatidz, Ustadz Manto, menyampaikan apresiasi atas pendampingan yang diberikan oleh penyuluh.
“Kami sangat berterima kasih atas bimbingan dan pendampingan dari KUA Karangreja. Kami berharap pendampingan ini dapat terus dilakukan secara berkelanjutan agar proses perizinan berjalan lancar dan TPQ kami semakin berkembang,” ungkapnya.
Pendampingan dilakukan secara interaktif melalui pemaparan materi, diskusi, serta pengecekan langsung kelengkapan berkas yang diperlukan. Para peserta juga diberikan kesempatan untuk berkonsultasi terkait kendala yang dihadapi dalam proses pengajuan izin operasional.(*)
Kontributor : Saryono (PAI KUA Karangreja)
Editor: Imam Edi Siswanto
Pendampingan lanjutan ini dihadiri oleh penyuluh agama Islam dari KUA Karangreja yaitu Saryono, Ngamali, dan Shofa Nailin Na’im, serta diikuti oleh seluruh dewan asatidz TPQ Nurul Fattah Siwarak yang tampak antusias mengikuti setiap tahapan kegiatan.
Menurut Saryono dalam arahannya bahwa, Komitmen terhadap Pancasila, UUD 1945, dan NKRI bukan hanya formalitas administrasi, tetapi menjadi landasan utama dalam mendidik santri agar memiliki sikap moderat, toleran, dan cinta tanah air.
“TPQ harus mampu mengajarkan Islam yang rahmatan lil ‘alamin serta menjadi garda terdepan dalam mencegah masuknya paham radikalisme.” Tegasnya.
Selain itu, para pengelola TPQ juga menyatakan kesanggupan untuk mengimplementasikan nilai-nilai Islam yang damai dan inklusif dalam kegiatan pembelajaran sehari-hari.
Dalam kesempatan yang sama, perwakilan dewan asatidz, Ustadz Manto, menyampaikan apresiasi atas pendampingan yang diberikan oleh penyuluh.
“Kami sangat berterima kasih atas bimbingan dan pendampingan dari KUA Karangreja. Kami berharap pendampingan ini dapat terus dilakukan secara berkelanjutan agar proses perizinan berjalan lancar dan TPQ kami semakin berkembang,” ungkapnya.
Pendampingan dilakukan secara interaktif melalui pemaparan materi, diskusi, serta pengecekan langsung kelengkapan berkas yang diperlukan. Para peserta juga diberikan kesempatan untuk berkonsultasi terkait kendala yang dihadapi dalam proses pengajuan izin operasional.(*)
Kontributor : Saryono (PAI KUA Karangreja)
Editor: Imam Edi Siswanto
%20Foto%20Saryono.jpeg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar