Sabtu, 18 April 2026

PD IPARI Purbalingga Takziah dan Kuatkan Keluarga Duka di Kutasari

Sekretaris PD IPARI Purbalingga, Edi Rudjito (Kanan) bersama Sudirman (tengah) saat di rumah duka di Desa Karangreja Kecamatan Kutasari, Sabtu (18/4/2026). (Foto: Thofikkur Rokhman)

Purbalingga-Keluarga besar Pengurus Daerah Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (PD IPARI) Kabupaten Purbalingga menunjukkan kepedulian dan solidaritas yang tinggi dengan melaksanakan takziah ke rumah duka salah satu anggotanya, Sudirman, di Desa Karangreja, Kecamatan Kutasari, Sabtu (18/4/2026).

Rombongan dipimpin langsung oleh Ketua PD IPARI Purbalingga, Khikam Aziz, didampingi Sekretaris Edi Rudjito. Kehadiran mereka merupakan bentuk penghormatan terakhir sekaligus dukungan moril atas wafatnya ayahanda Sudirman yang meninggal dunia pada Jumat dini hari sekitar pukul 01.30 WIB.

Suasana haru menyelimuti kediaman duka di Desa Karangreja. Dalam momen penuh khidmat tersebut, dilaksanakan doa bersama dan tahlil yang dipimpin oleh Rokhedi, rekan sesama Penyuluh Agama Islam di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga. 

BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/search/label/KHIKAM%20AZIZ

Doa dipanjatkan agar almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan.

Dalam sambutannya, Sudirman selaku perwakilan keluarga menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas kehadiran dan perhatian yang diberikan oleh keluarga besar PD IPARI Purbalingga.

“Kami atas nama keluarga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Ketua PD IPARI Purbalingga beserta seluruh jajaran yang telah hadir, mendoakan ayahanda kami, serta memberikan dukungan moril,” ungkapnya.

Kehadiran para penyuluh agama ini menjadi bukti bahwa PD IPARI bukan sekadar organisasi profesi, tetapi juga keluarga besar yang senantiasa hadir dan saling menguatkan dalam setiap kondisi, baik suka maupun duka. 

Ketua PD IPARI Purbalingga, Khikam Aziz (nomor tiga dari Kanan) saat bertakziah keluarga Sudirman di Desa Karangreja Kecamatan Kutasari, Sabtu (18/4/2026). (Foto: Thofikkur Rokhman)

Melalui momentum ini, nilai-nilai kebersamaan, empati, dan kepedulian sosial semakin terasa nyata di tengah kehidupan para penyuluh agama. Diharapkan, semangat kebersamaan ini terus terjaga sebagai kekuatan dalam menjalankan tugas pembinaan umat.

Semoga almarhum diberikan husnul khatimah, diampuni segala dosanya, serta diterima amal ibadahnya oleh Allah SWT.(*)

Pewarta: Thofikkur Rokhman
Editor: Imam Edi Siswanto

Koperasi Berkah Sehati Purbalingga Didorong Jadi Model Koperasi Ideal: Sehat, Profesional, dan Produktif

Kakankemenag Purbalingga, Zahid Khasani, saat menyampaikan kata sambutan pada acara Laporan Pertanggungjawaban Pengurus Koperasi Konsumen Kemenag Berkah Sehati (KKKBS) di Aula Uswatun Hasanah, Sabtu (18/4/2026). (Foto: Imam Edi Siswanto)

Purbalingga-Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga, Zahid Khasani, menegaskan bahwa koperasi yang ideal harus dibangun di atas fondasi kepercayaan, profesionalitas, dan produktivitas. 

Hal tersebut disampaikannya dalam kegiatan Laporan Pertanggungjawaban Pengurus Koperasi Konsumen Kemenag Berkah Sehati (KKKBS) di Aula Uswatun Hasanah, Sabtu (18/4/2026).

BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/search?q=Zahid

Menurut Zahid, aspek kepercayaan menjadi kunci utama dalam menjaga keberlangsungan sebuah koperasi. Ia menilai banyak koperasi yang tidak mampu bertahan karena lemahnya integritas pengurus.

“Banyak koperasi bubar karena pengurusnya tidak bisa dipercaya,” ucapnya singkat. 

Ketua KKKBS Kemenag Purbalingga, Sudiono, saat laporan kegiatan pada acara Laporan Pertanggungjawaban Pengurus Koperasi Konsumen Kemenag Berkah Sehati (KKKBS) di Aula Uswatun Hasanah, Sabtu (18/4/2026). (Foto: Imam Edi Siswanto)

Lebih lanjut, Zahid menjelaskan bahwa koperasi yang sehat ditandai dengan manajemen yang profesional, pengelolaan yang transparan, serta pelaksanaan Rapat Anggota Tahunan (RAT) yang terarah dan akuntabel. 

Selain itu, koperasi juga harus mampu menjalankan fungsi produktif melalui pengembangan berbagai unit usaha yang dapat memenuhi kebutuhan anggotanya.

Sebagai langkah konkret, ia mendorong KKKBS untuk mengembangkan usaha produktif, seperti pendirian pom bensin mini maupun pembukaan gerai ekonomi lainnya yang berpotensi meningkatkan kesejahteraan anggota. 

Perwakilan Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah (Dindagkopukm) Kabupaten Purbalingga, Sunardi, saat menyampaikan kata sambutan pada acara Laporan Pertanggungjawaban Pengurus Koperasi Konsumen Kemenag Berkah Sehati (KKKBS) di Aula Uswatun Hasanah, Sabtu (18/4/2026). (Foto: Imam Edi Siswanto)

Sementara itu, perwakilan Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah (Dindagkopukm) Kabupaten Purbalingga, Sunardi, turut memberikan apresiasi atas perkembangan KKKBS yang dinilai cukup pesat. Dengan jumlah anggota yang telah mencapai 1.004 orang, koperasi ini memiliki potensi besar untuk tumbuh menjadi kekuatan ekonomi yang signifikan.

Ia juga menambahkan bahwa predikat koperasi sehat tidak hanya dilihat dari satu aspek, tetapi mencakup empat indikator utama, yakni tata kelola organisasi, kinerja keuangan, permodalan, serta profil risiko.

Ketua KKKBS, Sudiono, dalam kesempatan tersebut menyampaikan komitmennya untuk terus memperkuat tata kelola koperasi yang transparan dan profesional. 

Penasehat KKKBS Kemenag Purbalingga, Moh Nur Hidayat, saat menyampaikan kata sambutan pada acara Laporan Pertanggungjawaban Pengurus Koperasi Konsumen Kemenag Berkah Sehati (KKKBS) di Aula Uswatun Hasanah, Sabtu (18/4/2026). (Foto: Imam Edi Siswanto)

Ia berkomitmen menjadikan KKKBS sebagai koperasi yang sehat, terpercaya, dan produktif. Ke depan, penguatan manajemen serta pengembangan unit usaha. 

Penasehat KKKBS, Moh Nur Hidayat juga menyampaikan apresiasi dan catatan yang positif melihat kinerja dan perkembangan koperasi yang cukup signifikan meskipun usia koperasi masih relatif muda.

Di sisi lain, Ketua PD IPARI Purbalingga, Khikam Aziz, didampingi Sekretaris Edi Rudjito beserta jajaran anggota, berharap KKKBS yang baru berusia satu tahun ini dapat terus memperkuat manajerial serta mengembangkan usaha produktif. 

Ketua PD IPARI Purbalingga, Khikam Aziz, saat mengikuti acara acara Laporan Pertanggungjawaban Pengurus Koperasi Konsumen Kemenag Berkah Sehati (KKKBS) di Aula Uswatun Hasanah, Sabtu (18/4/2026). (Foto: Imam Edi Siswanto)

Menurutnya, langkah tersebut penting agar manfaat koperasi semakin dirasakan secara luas oleh para anggota.

Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi KKKBS untuk terus berbenah dan berinovasi. Dengan semangat kebersamaan serta pengelolaan yang amanah, koperasi diharapkan mampu tumbuh sebagai pilar ekonomi umat yang tangguh dan berkelanjutan di Kabupaten Purbalingga.(*)

Pewarta: Imam Edi Siswanto 

Jumat, 17 April 2026

PAI KUA Kalimanah: Paparkan Konsep Keluarga Sakinah dalam Bimwin Catin

Penyuluh Agama Islam (PAI) KUA Kalimanah, Mughofar (Kiri) dan Rizal Nur Ahmadi (Kanan) dalam kegiatan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) bagi calon pengantin di Balai Nikah KUA Kalimanah, Kamis (16/4/2026), (Foto: Hasbiq Muzni)

Purbalingga-Penyuluh Agama Islam (PAI) KUA Kalimanah, Mughofar, dalam kegiatan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) bagi calon pengantin di Balai Nikah KUA Kalimanah, Kamis (16/4/2026), menyampaikan pentingnya memahami konsep keluarga sakinah, mawaddah, wa rahmah sebagai tujuan utama dalam membangun rumah tangga.

Dalam pemaparannya, Mughofar menjelaskan bahwa keluarga sakinah adalah keluarga yang diliputi ketenangan, ketenteraman, dan rasa aman, di mana setiap anggota keluarga merasa nyaman secara lahir maupun batin.

Sementara itu, mawaddah dimaknai sebagai cinta yang tumbuh dengan penuh kehangatan dan ketulusan, yang biasanya kuat di awal pernikahan. Adapun rahmah adalah kasih sayang yang lebih dalam, penuh empati, kesabaran, dan kepedulian, yang menjadi perekat hubungan ketika menghadapi berbagai ujian kehidupan.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa ketiga konsep tersebut harus berjalan beriringan. Mawaddah menjadi energi awal dalam membangun cinta, sedangkan rahmah menjaga keutuhan hubungan dalam jangka panjang, sehingga tercipta sakinah sebagai buah dari keduanya. 

BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/search/label/KALIMANAH

Dalam penerapannya, Mughofar menjelaskan bahwa membangun keluarga sakinah tidak cukup hanya dengan niat, tetapi perlu diwujudkan dalam tindakan nyata sehari-hari. Di antaranya adalah membiasakan komunikasi yang baik antara suami dan istri, saling menghargai dan memahami perbedaan, serta menyelesaikan masalah dengan musyawarah dan kepala dingin.

Selain itu, kehidupan beragama juga menjadi fondasi utama, seperti menjaga shalat berjamaah, membaca Al-Qur’an bersama, serta saling mengingatkan dalam kebaikan. Sikap saling mendukung, berbagi peran dalam keluarga, serta menumbuhkan rasa tanggung jawab juga menjadi kunci penting dalam menjaga keharmonisan rumah tangga.

Mughofar juga menekankan bahwa keluarga sakinah bukan berarti tanpa masalah, melainkan keluarga yang mampu menghadapi masalah dengan bijak, penuh kesabaran, dan tetap berpegang pada nilai-nilai agama. Dengan demikian, keluarga tidak hanya harmonis di dunia, tetapi juga diharapkan menjadi jalan menuju kebahagiaan di akhirat.(*)

Pewarta: Imam Edi Siswanto 

Kamis, 16 April 2026

Kunci Keluarga Sakinah di Era Digital, Ini Penjelasan PAI KUA Kalimanah

PAI KUA Kalimanah, Imam Edi Siswanto, (Kiri) dan Hasbiq Muzni (Kanan) foto bersama catin usai kepenyuluhan dan pembekalan kepada calon pengantin dalam kegiatan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) yang digelar di Balai Nikah kantor setempat, Kamis (16/4/2026). (Foto: Rizal)

Purbalingga-KUA Kalimanah melalui Penyuluh Agama Islam (PAI), Imam Edi Siswanto, memberikan pembekalan kepada calon pengantin (catin) dalam kegiatan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) yang digelar di Balai Nikah kantor setempat, Kamis (16/4/2026). 

Mengusung tema “Kunci Keluarga Sakinah di Era Digital”, kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam menyiapkan pasangan muda agar mampu membangun keluarga yang kuat, harmonis, sekaligus adaptif terhadap tantangan zaman modern. 

BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/search/label/IMAM%20EDI%20SISWANTO

Dalam materinya, Imam Edi menegaskan bahwa fondasi utama keluarga sakinah dimulai dari meluruskan niat pernikahan karena Allah SWT. Pernikahan bukan sekadar ikatan emosional atau romantisme sesaat, melainkan ibadah jangka panjang yang menuntut kesungguhan, tanggung jawab, dan komitmen. 

Di tengah era digital yang cenderung menampilkan kehidupan serba instan dan penuh pencitraan, niat yang lurus menjadi benteng agar pasangan tidak mudah terpengaruh oleh standar kebahagiaan semu di media sosial. 

Ia juga mengingatkan pentingnya mensyukuri nikmat dalam kehidupan rumah tangga. Dalam realitas digital saat ini, banyak pasangan muda terjebak pada budaya perbandingan atau membandingkan pasangan, gaya hidup, hingga kondisi ekonomi  melalui media sosial. 

Padahal, Allah SWT telah menegaskan dalam QS. Luqman: 12 bahwa siapa yang bersyukur, maka manfaatnya kembali kepada dirinya sendiri. Rasa syukur inilah yang menjadi kunci ketenangan batin dan keharmonisan keluarga.

Dari sisi ketahanan keluarga, Imam Edi menyoroti pentingnya manajemen keuangan. Tantangan era digital tidak hanya pada pola pikir, tetapi juga gaya hidup konsumtif akibat kemudahan transaksi online. 

PAI KUA Kalimanah, Imam Edi Siswanto, saat kepenyuluhan dan pembekalan kepada calon pengantin (catin) dalam kegiatan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) yang digelar di Balai Nikah kantor setempat, Kamis (16/4/2026). (Foto: Rizal)

Karena itu, catin didorong untuk bijak dalam mengelola keuangan, mampu membedakan kebutuhan dan keinginan, serta menyusun perencanaan ekonomi keluarga secara matang agar terhindar dari konflik rumah tangga akibat masalah finansial.

Selain itu, hubungan suami istri harus dibangun dengan prinsip mu’asyarah bil ma’ruf, yaitu pergaulan yang baik, lemah lembut, saling menghargai, dan penuh kasih sayang. Dalam konteks digital, komunikasi yang sehat tidak hanya dilakukan secara langsung, tetapi juga melalui media. 

Oleh karena itu, pasangan suami istri perlu menjaga etika komunikasi, menghindari konflik yang dipicu oleh kesalahpahaman pesan digital, serta tidak membuka aib rumah tangga di ruang publik.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa keluarga sakinah harus berdiri di atas pondasi ibadah yang kuat, dengan menjaga shalat sebagai prioritas utama. Di tengah kesibukan dan distraksi teknologi, shalat menjadi penyeimbang spiritual yang menjaga ketenangan jiwa. 

Selain itu, pendidikan dalam keluarga juga harus menjadi prioritas, baik bagi orang tua dalam meningkatkan kualitas diri maupun dalam mendidik anak-anak agar tumbuh dengan nilai agama yang kuat di tengah arus informasi yang tidak terbendung.

Sebagai solusi menghadapi tantangan era digital, Bimwin ini menekankan beberapa langkah konkret, di antaranya: membangun komunikasi yang sehat dan terbuka, bijak dalam menggunakan media sosial.

Kemudian, memperkuat literasi digital keluarga, serta menjadikan rumah tangga sebagai ruang aman yang penuh nilai keimanan dan kasih sayang. Dengan demikian, keluarga tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu berkembang secara positif di tengah perubahan zaman.

Melalui pembekalan ini, para calon pengantin diharapkan menjadi pasangan yang tidak hanya siap secara emosional dan spiritual, tetapi juga cerdas dan tangguh dalam menghadapi realitas era digital. 

Keluarga yang dibangun dengan niat yang lurus, akhlak yang baik, serta manajemen kehidupan yang seimbang akan menjadi keluarga sakinah yang membawa keberkahan, baik di dunia maupun di akhirat.(*)

Pewarta: Imam Edi Siswanto 

Rabu, 15 April 2026

Pola Asuh Anak di Desa Gumiwang: PAI KUA Kejobong Perkuat Peran Orang Tua Wujudkan Generasi Berkualitas

PAI KUA Kejobong, Barhim pada acara penyuluhan pola asuh anak bekerja sama dengan PKK Desa Gumiwang, Rabu (15/4/2026).
 

Purbalingga-Upaya meningkatkan kualitas keluarga terus dilakukan melalui kegiatan edukatif yang menyentuh langsung masyarakat. Salah satunya diwujudkan dalam kegiatan penyuluhan pola asuh anak yang digelar di Desa Gumiwang oleh Penyuluh Agama Islam (PAI) KUA Kejobong, Barhim yang bekerja sama dengan PKK (Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga) Desa Gumiwang, Rabu (15/4/2026).

Djelaskan oleh PAI KUA Kejobong, Dimas Kurniawan, bahwa kegiatan ini diikuti oleh para ibu dengan penuh antusias, sebagai bentuk kepedulian terhadap tumbuh kembang anak yang optimal. 

BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/search/label/KEJOBONG 

Dalam penyuluhan tersebut, peserta mendapatkan pemahaman tentang pentingnya pola asuh yang tepat, terutama dalam membangun komunikasi yang efektif antara orang tua dan anak, menerapkan disiplin yang positif, serta memenuhi kebutuhan emosional anak secara seimbang.

Barhim dalam pemaparannya menekankan bahwa pola asuh yang baik bukan hanya tentang aturan, tetapi juga tentang kasih sayang, perhatian, dan keteladanan. 

“Orang tua memiliki peran besar dalam membentuk karakter anak. Dengan pola asuh yang tepat, insyaAllah anak-anak akan tumbuh menjadi pribadi yang baik dan berakhlak mulia,” ucapnya.

Sementara itu, pihak PKK Desa Gumiwang menyambut baik kegiatan ini sebagai bentuk sinergi yang positif antara lembaga keagamaan dan masyarakat. Mereka berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan untuk memperkuat ketahanan keluarga di desa.

Kegiatan ditutup dengan diskusi bersama serta komitmen dari para peserta untuk menerapkan ilmu yang telah diperoleh dalam kehidupan sehari-hari. 

Diharapkan, melalui kegiatan ini, keluarga di Desa Gumiwang semakin siap menciptakan lingkungan yang sehat, harmonis, dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.(*)

Kontributor: Dimas Kurniawan
Editor: Imam Edi Siswanto

Selasa, 14 April 2026

Pembinaan ASN KUA Kalimanah dan Padamara, Kemenag Purbalingga Dorong Integritas dan Budaya Pelayanan Prima Menuju WBBM 2027

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga, Zahid Khasani (dua dari Kiri) saat melakukan pembinaan kepada ASN dan Non ASN di MTs Al Hikmah Kalikabong, Selasa (14/4/2026). (Foto: Imam Edi Siswanto)

Purbalingga-Pembinaan Aparatur Sipil Negara (ASN) Kantor Urusan Agama (KUA) Kalimanah dan Padamara, Kemenag Purbalingga dorong integritas dan budaya pelayanan prima menuju WBBM 2027.

Hal tersebut di sampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga, Zahid Khasani dalam acara Pembinaan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan non ASN di wilayah Kecamatan Kalimanah dan Padamara yang digelar di MTs Al Hikmah Kalikabong, Selasa (14/4/2026).

Lebih lanjut, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga, Zahid Khasani, menekankan pentingnya akselerasi menuju WBBM 2027 melalui penguatan tiga nilai utama.

BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/search/label/KALIMANAH

Pertama, Integritas.
Ia mengajak seluruh ASN untuk mempertahankan perilaku jujur dalam setiap situasi, baik di kantor maupun di tengah masyarakat. Integritas dinilai sebagai cerminan kepribadian yang akan dipertanggungjawabkan, sejalan dengan prinsip bahwa setiap individu adalah pemimpin yang kelak dimintai pertanggungjawaban.

Kedua, Profesionalitas.
ASN diminta menjaga profesionalitas dengan menjalankan tugas sesuai tanggung jawab dan memahami tupoksi masing-masing, baik sebagai penghulu, penyuluh agama, guru, maupun tenaga administrasi. Dedikasi dan kompetensi menjadi kunci dalam meningkatkan kualitas kinerja.

Ketiga, Pelayanan Prima dengan Budaya Sehati.
Pelayanan publik harus dilakukan dengan senyum, keikhlasan, serta inovasi. Berbagai program inovatif seperti Urab Mendoan, Paku Bumi, dan penguatan wakaf uang menjadi contoh nyata upaya peningkatan layanan kepada masyarakat.

Menurutnya, ketiga nilai tersebut harus melekat dalam diri setiap ASN sebagai budaya kerja yang berkelanjutan. Dengan semangat integritas, profesionalitas, dan pelayanan prima, seluruh jajaran Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga optimistis mampu mempercepat transformasi menuju birokrasi yang bersih, transparan, dan melayani.

Kasubag TU Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga, Sudiono (berdiri) saat melakukan pembinaan kepada ASN dan Non ASN di MTs Al Hikmah Kalikabong, Selasa (14/4/2026). (Foto: Imam Edi Siswanto)

Sebelumnya, Kepala KUA Kalimanah, Kholidin, dalam sambutannya menyampaikan bahwa seluruh peserta diminta membawa makanan dan minuman masing-masing sebagai bentuk kesederhanaan dan efisiensi.

“Acara pada siang ini, no drink no food,” ucapnya singkat, menegaskan konsep kegiatan yang mengedepankan kemandirian peserta.

Kepala KUA Kalimanah, Kholidin, saat menyampaikan kata sambutan pada acara pembinaan ASN dan Non ASN Kemenag Purbalingga wilayah Kecamatan Kalimanah dan Padamara di MTs Al Hikmah Kalikabong, Selasa (14/4/2026). (Foto: Imam Edi Siswanto)
Sementara itu, Kasubag TU Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga, Sudiono, menjelaskan bahwa kebijakan tanpa snack merupakan bagian dari upaya membangun budaya kerja yang tidak membebani peserta. Ia menegaskan tiga hal penting dalam kegiatan tersebut, yaitu:

Pertama, kegiatan tanpa snack sebagai bentuk efisiensi dan tidak membebani ASN maupun non ASN.

Kedua, seluruh pegawai di lingkungan Kankemenag Purbalingga harus siap menyukseskan target Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) tahun 2027 setelah sebelumnya meraih WBK.

Ketiga, tidak ada lagi iuran peserta; seluruh peserta cukup membawa konsumsi secara mandiri.
 
Kegiatan yang diikuti sekitar 225 peserta ini dilaksanakan dengan konsep sederhana: tanpa penyediaan snack maupun minuman oleh panitia.(*)

Pewarta: Imam Edi Siswanto

Senin, 13 April 2026

Ini Tiga Penyuluh Agama Islam Purbalingga yang Jadi Agen Perubahan, Siap Sukseskan WBBM 2027

Dari kiri, Taufikkurrohman, Khikam Aziz, Dimas Kurniawan. Ketiganya adalah agen perubahan Pembangunan Zona Integritas WBK menuju WBBM 20207 Kankemenag Purbalingga Periode 2026 - 2027 , Senin (13/4/2026). (Foto: Istimewa) 

Purbalingga-Tiga Penyuluh Agama Islam (PAI) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga resmi dikukuhkan sebagai Agen Perubahan dalam upaya mewujudkan target Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) Tahun 2027. Pengukuhan tersebut dilaksanakan pada Senin (6/4/2026) lalu sebagai bagian dari komitmen penguatan Zona Integritas di lingkungan Kemenag Purbalingga.

Ketiga penyuluh tersebut adalah Khikam Aziz, Dimas Kurniawan, dan Taufikkurrohman. Sebelumnya, mereka masuk dalam nominasi agen perubahan dan terpilih melalui proses polling yang melibatkan partisipasi internal secara independen. 

BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/2026/04/agen-perubahan-kemenag-purbalingga.html

Dalam penetapannya, Khikam Aziz dipercaya sebagai Agen Perubahan Penggerak Inovasi Berdampak dan Berkelanjutan, Dimas Kurniawan sebagai Agen Perubahan Penggerak Media Sosial dan Informasi Publik, serta Taufikkurrohman sebagai Agen Perubahan Penggerak Integritas dan Pelayanan Prima Sehati.

Pengukuhan ini menjadi langkah strategis dalam mempercepat reformasi birokrasi di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga. Ketiganya diharapkan mampu menjadi motor penggerak perubahan di unit kerja masing-masing, sekaligus menginspirasi ASN lainnya dalam meningkatkan kinerja, integritas, dan kualitas pelayanan publik.  

Peran agen perubahan dinilai sangat penting dalam mewujudkan birokrasi yang bersih, transparan, dan akuntabel. Mereka diharapkan tidak hanya menjalankan tugas secara administratif, tetapi juga mampu menghadirkan inovasi, memperkuat komunikasi publik, serta menanamkan nilai-nilai integritas dalam setiap lini pelayanan.

Dengan dikukuhkannya tiga penyuluh agama ini, Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga optimistis target WBBM Tahun 2027 dapat tercapai. Sinergi, komitmen, dan kerja nyata seluruh ASN menjadi kunci utama dalam mewujudkan pelayanan publik yang prima dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.(*)

Pewarta: Imam Edi Siswanto 

PAI KUA Bobotsari Bimbing Calon Pengantin Lintas Negara, Perkuat Fondasi Iman dan Keharmonisan Keluarga

Penyuluh Agama Islam (PAI) KUA Kecamatan Bobotsari, Subagyo, foto bersama usai Bimwin dengan Ricard Durkin dan Nadhifa di kantor KUA Bobotsari, Senin (13/4/2026). (Foto: Subagyo)

Purbalingga-Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Bobotsari, Kabupaten Purbalingga, kembali melaksanakan kegiatan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) bagi pasangan calon pengantin lintas negara, Senin (13/4/2026).

Kegiatan kali ini menjadi istimewa karena dipandang memerlukan perhatian khusus dalam pembinaan keagamaan dan kehidupan rumah tangga.

Pasangan tersebut adalah Nadhifa, warga Desa Limbasari, Kecamatan Bobotsari, dengan calon suaminya, Ricard Durkin. Pernikahan ini memadukan dua latar belakang budaya yang berbeda, sekaligus disertai proses masuk Islam (mualaf) dari pihak calon mempelai pria. 

BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/search/label/BOBOTSARI

Penyuluh Agama Islam (PAI) KUA Kecamatan Bobotsari, Subagyo, memberikan materi secara komprehensif terkait dasar-dasar kehidupan rumah tangga dalam Islam. 

Ia menekankan pentingnya penguatan akidah, ibadah, serta pemahaman nilai-nilai Islam, khususnya bagi calon pengantin yang baru memeluk agama Islam.

Dalam pernikahan lintas negara, tantangan tidak hanya pada perbedaan budaya, tetapi juga pemahaman agama. 

"Oleh karena itu, pasangan harus memiliki fondasi keimanan yang kuat, saling menghormati, serta berkomitmen menjalankan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari,” jelasnya.

Materi yang disampaikan meliputi penguatan akidah bagi mualaf, hak dan kewajiban suami istri dalam Islam, komunikasi harmonis dalam rumah tangga, penyesuaian budaya dalam keluarga lintas negara, serta pembinaan ibadah dalam keluarga. 

Selain itu, ditekankan pula bahwa pernikahan bukan sekadar ikatan lahir, melainkan ibadah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan keikhlasan.(*)

Kontributor: Subagyo (PAI KUA Bobotsari)
Editor: Imam Edi Siswanto

KUA Kalimanah Dukung Penuh Reformasi Birokrasi, WBK Menuju WBBM 2027 Kankemenag Purbalingga

Tangkapan layar Irjen Kemenag RI, Khairunas pada acara Pencanangan Pembangunan Zona Integritas (ZI) Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) Tahun 2027.

Purbalingga-Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kalimanah, Kabupaten Purbalingga, mendukung penuh terwujudnya WBK menuju WBBM 2027, salah satunya ditandai dengan aktif ambil bagian dalam kegiatan Pencanangan Pembangunan Zona Integritas (ZI) Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) Tahun 2027 secara daring yang diikuti oleh seluruh satuan kerja di lingkungan Kemenag Purbalingga oleh Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga, Senin (13/4/2026).

Pencanangan ini secara resmi dilakukan oleh Inspektur Jenderal Kementerian Agama RI, H. Khairunas, sebagai bentuk komitmen bersama dalam memperkuat reformasi birokrasi, meningkatkan integritas, serta mewujudkan pelayanan publik yang bersih dan profesional. 

Tangkapan layar acara Pencanangan Pembangunan Zona Integritas (ZI) Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) Tahun 2027.

KUA Kalimanah mengikuti kegiatan tersebut dengan penuh antusias sebagai bagian dari komitmen mendukung program strategis Kementerian Agama. Momentum ini menjadi penguatan bagi seluruh jajaran untuk terus berbenah dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.

Kepala KUA Kalimanah, Kholidin, menyampaikan dukungan penuh terhadap pencanangan tersebut. Ia menegaskan bahwa seluruh jajaran KUA Kalimanah siap berkontribusi aktif dalam mewujudkan pembangunan Zona Integritas.

Tangkapan layar Kakanwil Kemenag Jateng, Saiful Mujab pada acara Pencanangan Pembangunan Zona Integritas (ZI) Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) Tahun 2027.

Sebagai bentuk dukungan, KUA Kalimanah juga menyampaikan ucapan “Selamat dan Sukses atas Pencanangan Pembangunan Zona Integritas WBK menuju WBBM 2027 Kankemenag Purbalingga” yang disampaikan melalui berbagai media publikasi. Ucapan tersebut menjadi simbol semangat bersama dalam mendorong terwujudnya birokrasi yang bersih dan melayani.

Selain mengikuti kegiatan secara daring, KUA Kalimanah juga aktif melakukan publikasi melalui pembuatan flyer, twibbon, serta penulisan berita pada blog resmi KUA Kalimanah. Langkah ini dilakukan sebagai upaya menyebarluaskan informasi sekaligus mengajak masyarakat untuk turut mengawal pembangunan zona integritas di lingkungan Kementerian Agama.

Penyuluh Agama Islam da Staf KUA Kalimanah saat mengikuti acara zoom dan live youtube Pencanangan Pembangunan Zona Integritas (ZI) Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) Tahun 2027, Senin (13/4/2026). (Foto: Imam Edi Siswanto)

Keikutsertaan ini menegaskan komitmen KUA Kalimanah dalam mendukung penuh program pembangunan Zona Integritas menuju WBK dan WBBM 2027. Diharapkan, melalui sinergi dan kerja nyata seluruh ASN, cita-cita mewujudkan birokrasi yang bersih, transparan, dan melayani dapat tercapai secara optimal di Kabupaten Purbalingga.(*)

Pewarta: Imam Edi Siswanto 

Jumat, 10 April 2026

KUA Kalimanah Terapkan WFH: Disiplin ASN dan Layanan Tetap Prima

Kepala KUA Kalimanah, Kholodin, saat memimpin rapat koordinasi (rakor) yang digelar oleh KUA Kalimanah, Jumat (10/4/2026). (Foto: Imam Edi Siswanto)

Purbalingga-Kebijakan Work From Home (WFH) di lingkungan Kementerian Agama Republik Indonesia yang mulai berlaku sejak 1 April 2026 semakin diperjelas implementasinya melalui rapat koordinasi (rakor) yang digelar oleh KUA Kalimanah, Jumat (10/4/2026).

Rakor ini secara khusus membahas tindak lanjut Surat Edaran Menteri PAN-RB Nomor 3 Tahun 2026 sebagai dasar pelaksanaan tugas kedinasan Aparatur Sipil Negara (ASN).

Rakor yang dipimpin langsung oleh Kepala KUA Kalimanah, Kholidin, menegaskan bahwa kebijakan WFH merupakan bagian dari transformasi tata kelola pemerintahan yang mengedepankan fleksibilitas kerja tanpa mengurangi kinerja dan kualitas pelayanan publik. Pola kerja yang diterapkan adalah kombinasi antara Work From Office (WFO) selama empat hari (Senin–Kamis) dan WFH satu hari dalam sepekan, yakni setiap Jumat.

Dalam arahannya, Kholidin menekankan bahwa fleksibilitas kerja harus tetap diimbangi dengan kedisiplinan dan tanggung jawab.

“WFH bukan sekadar bekerja dari rumah, tetapi tetap harus siap siaga, responsif, dan menjaga ritme kerja sebagaimana di kantor,” tegasnya.

Kepala KUA Kalimanah, Kholodin, saat memimpin rapat koordinasi (rakor) yang digelar oleh KUA Kalimanah, Jumat (10/4/2026). (Foto: Imam Edi Siswanto)

Ia juga menambahkan bahwa ASN yang melaksanakan WFH wajib memastikan perangkat komunikasi aktif serta siap hadir ke kantor apabila sewaktu-waktu dibutuhkan.

Rakor juga menyoroti pentingnya peran pimpinan satuan kerja dalam mengatur proporsi pegawai serta mekanisme teknis pelaksanaan WFO dan WFH. Penyesuaian tersebut harus mempertimbangkan karakteristik tugas serta jenis layanan yang diberikan kepada masyarakat, sehingga kualitas pelayanan tetap terjaga dan tidak mengalami penurunan.

Dalam aspek pelayanan publik, KUA Kalimanah memastikan seluruh layanan esensial tetap berjalan optimal. Sistem piket diberlakukan untuk menjamin layanan seperti pencatatan nikah, konsultasi keluarga, serta administrasi keagamaan tetap dapat diakses masyarakat, baik secara langsung maupun melalui layanan digital.

BACA: https://kuakalimanah.blogspot.com/search/label/Rakor

Selain itu, rakor menegaskan pentingnya optimalisasi digitalisasi layanan. Pemanfaatan sistem informasi digunakan tidak hanya untuk pelayanan publik, tetapi juga untuk presensi, pelaporan kinerja, serta monitoring capaian ASN secara berkelanjutan. Hal ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan transparansi dan akuntabilitas kinerja. 

Suasana rapat koordinasi (rakor) yang digelar oleh KUA Kalimanah, Jumat (10/4/2026). (Foto: Imam Edi Siswanto)

Sebagai bagian dari kebijakan efisiensi, penerapan WFH juga diiringi dengan langkah strategis seperti pembatasan perjalanan dinas, optimalisasi rapat daring, pengurangan penggunaan kendaraan dinas hingga 50 persen, serta penghematan energi di lingkungan kantor. Langkah ini selaras dengan upaya pemerintah dalam mendorong efisiensi anggaran dan pengelolaan sumber daya yang lebih bijak.

Dalam pembahasan teknis, disepakati bahwa pelaksanaan WFH di KUA Kalimanah akan dilakukan secara bergiliran melalui sistem penjadwalan yang adil dan terukur. Setiap ASN tetap wajib memenuhi target kinerja, menjaga komunikasi aktif, serta melaporkan hasil kerja secara berkala melalui sistem yang telah disediakan.

Melalui rakor ini, KUA Kalimanah menegaskan komitmennya untuk mendukung kebijakan nasional sekaligus menjaga kualitas pelayanan kepada masyarakat. Penerapan WFH diharapkan menjadi langkah strategis dalam mewujudkan birokrasi yang modern, profesional, dan tetap berorientasi pada pelayanan prima.(*)

Pewarta: Imam Edi Siswanto

Kamis, 09 April 2026

Berbahagialah yang Makan dari Keringat Sendiri: Pesan Emas Pramoedya Ananta Toer

 

Berbahagialah yang Makan dari Keringat Sendiri: Pesan Emas Pramoedya Ananta Toer
Oleh Fitriana Pusporini,S.Sy (PAI KUA Kutasari, Purbalingga Jawa tengah)
Editor: Imam Edi Siswanto
 
Pramoedya Ananta Toer, pernah mendengar nama itu? Dia adalah maestro dunia sastra Indonesia. Penulis novel kelas dunia Bumi Manusia yang mengguncang hati jutaan pembaca. Pramoedya lahir di Blora, Jawa Tengah, pada 6 Februari 1925. 
 
Pram, seperti ia akrab disapa, bukan sekadar penulis. Ia adalah pejuang kata yang lahir dari perjuangan nyata, pernah dipenjara selama 14 tahun tanpa pengadilan di masa Orde Baru. Tapi justru di situlah ia melahirkan Tetralogi Pulau Buru yang mengukir sejarah. 
 
BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/search/label/Artikel%20Penyuluh

Bayangkan, di tengah himpitan, Pram tetap menulis dengan tangan, menceritakan kisah Minke yang bangkit melawan penjajahan. Bumi Manusia bukan hanya novel; ia adalah cermin jiwa bangsa yang haus keadilan.
 
Ada satu kalimat dari Pram yang selalu memukulku dalam-dalam, seperti cambuk yang membangunkan dari tidur panjang. Pram berkata, “Berbahagialah dia yang makan dari keringatnya sendiri, dan maju karena pengalamannya sendiri.”

Kalimat itu seperti obor di malam gelap. Ia mengajak kita untuk bahagia bukan dari mengharap rezeki jatuh dari langit, tapi dari keringat yang menetes di kening. Maju bukan karena warisan orang tua atau jalan pintas, tapi dari pelajaran hidup yang kita petik sendiri. 
 
 
Di era digital sekarang, pesan ini makin relevan. Banyak anak muda tergoda sukses instan lewat medsos atau skema cepat kaya. Padahal, seperti Pram yang bangkit dari penjara, kebahagiaan sejati datang dari perjuangan pribadi.

Coba renungkan: petani yang panen padi dari ladangnya sendiri, ibu rumah tangga yang membangun keluarga harmonis dari pengalaman mendidik anak, atau penyuluh agama seperti kita yang memberdayakan masyarakat lewat ilmu dan kesabaran. 
 
Mereka semua "makan dari keringatnya sendiri." Pram mengingatkan, hidup bukan soal tujuan akhir, tapi prosesnya. Pengalaman pahit adalah guru terbaik; ia membentuk kita jadi lebih kuat, lebih bijak.

Perihal kemandirian ekonomi juga pernah disinggung oleh Nabi Muhammad Saw:

عَÙ†ِ الْÙ…ِÙ‚ْدَامِ رَضِÙŠ اللَّهم عَÙ†ْÙ‡ عَÙ†ْ رَسُولِ اللَّÙ‡ِ صَÙ„َّÙ‰ اللَّهم عَÙ„َÙŠْÙ‡ِ ÙˆَسَÙ„َّÙ…َ Ù‚َالَ: ((Ù…َا Ø£َÙƒَÙ„َ Ø£َØ­َدٌ Ø·َعَامًا Ù‚َØ·ُّ Ø®َÙŠْرًا Ù…ِÙ†ْ Ø£َÙ†ْ ÙŠَØ£ْÙƒُÙ„َ Ù…ِÙ†ْ عَÙ…َÙ„ِ ÙŠَدِÙ‡ِ ÙˆَØ¥ِÙ†َّ Ù†َبِÙŠَّ اللَّÙ‡ِ دَاوُدَ عَÙ„َÙŠْÙ‡ِ السَّÙ„َام Ùƒَانَ ÙŠَØ£ْÙƒُÙ„ُ Ù…ِÙ†ْ عَÙ…َÙ„ِ ÙŠَدِÙ‡ِ)) رواه البخاري.

Dari al-Miqdam Radhiallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah Saw. bersabda: “Tidaklah seorang (hamba) memakan makanan yang lebih baik dari hasil usaha tangannya (sendiri), dan sungguh Nabi Dawud as makan dari hasil usaha tangannya (sendiri)”
HR. Al-Bukhari

Hadits di atas menerangkan bahwa begitu banyaknya keutamaan dari bekerja mencari nafkah yang halal dan berusaha mencukupi kebutuhan diri dan keluarga dengan usahanya sendiri. Bahkan hal ini termasuk sifat-sifat yang akan kita temui di setiap para Nabi dan orang-orang yang saleh.

Di hadis yang lain, Rasulullah bersabda: “Nabi Zakariya adalah seorang tukang kayu.” HR. Muslim.

Mari, keluar dari zona nyaman, kumpulkan keringatmu, dan maju dengan pengalamanmu sendiri. Siapa tahu, seperti Bumi Manusia, ceritamu pun akan menginspirasi generasi berikutnya. Berbahagialah, karena perjuanganmu adalah harta abadi.(*)

Penyuluh Agama Islam KUA Karangreja Tegaskan Nasioanalisme sebagai Syarat Izin Operasional TPQ Nurul Fattah Siwarak

PAI KUA Karangreja saat menyampaikan materi Nasionalisme kepada Dewan Asatid TPQ Nurul Fattah Siwarak di Ruang Kelas TPQ, Kamis (9/4/2026). (Foto: Saryono)

Purbalingga-Penyuluh Agama Islam (PAI) KUA Karangreja, Saryono, Ngamali, dan Shofa Nailin Na’im dalam pendampingan lanjutan pengajuan izin operasional Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) Nurul Fattah Siwarak menekankan menyatakan loyalitas terhadap Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, serta Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai syarat utama dalam penerbitan izin operasional, Kamis (9/4/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pembinaan lembaga pendidikan keagamaan nonformal oleh penyuluh agama Islam. 
 
BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/search/label/KARANGREJA

Kegiatan ini bertujuan untuk membantu pengelola TPQ dalam melengkapi persyaratan administrasi sekaligus memastikan terpenuhinya komitmen ideologis sebagai dasar dalam pengajuan izin operasional.
 
Mereka menegaskan bahwa TPQ tidak hanya berfungsi sebagai tempat belajar membaca Al-Qur’an, tetapi juga sebagai wadah pembentukan karakter generasi yang berakhlak dan berwawasan kebangsaan.

Pendampingan lanjutan ini dihadiri oleh penyuluh agama Islam dari KUA Karangreja yaitu Saryono, Ngamali, dan Shofa Nailin Na’im, serta diikuti oleh seluruh dewan asatidz TPQ Nurul Fattah Siwarak yang tampak antusias mengikuti setiap tahapan kegiatan.

Menurut Saryono dalam arahannya bahwa, Komitmen terhadap Pancasila, UUD 1945, dan NKRI bukan hanya formalitas administrasi, tetapi menjadi landasan utama dalam mendidik santri agar memiliki sikap moderat, toleran, dan cinta tanah air.

“TPQ harus mampu mengajarkan Islam yang rahmatan lil ‘alamin serta menjadi garda terdepan dalam mencegah masuknya paham radikalisme.” Tegasnya.

Selain itu, para pengelola TPQ juga menyatakan kesanggupan untuk mengimplementasikan nilai-nilai Islam yang damai dan inklusif dalam kegiatan pembelajaran sehari-hari.

Dalam kesempatan yang sama, perwakilan dewan asatidz, Ustadz Manto, menyampaikan apresiasi atas pendampingan yang diberikan oleh penyuluh.

“Kami sangat berterima kasih atas bimbingan dan pendampingan dari KUA Karangreja. Kami berharap pendampingan ini dapat terus dilakukan secara berkelanjutan agar proses perizinan berjalan lancar dan TPQ kami semakin berkembang,” ungkapnya.

Pendampingan dilakukan secara interaktif melalui pemaparan materi, diskusi, serta pengecekan langsung kelengkapan berkas yang diperlukan. Para peserta juga diberikan kesempatan untuk berkonsultasi terkait kendala yang dihadapi dalam proses pengajuan izin operasional.(*)

Kontributor : Saryono (PAI KUA Karangreja)
Editor: Imam Edi Siswanto

Rabu, 08 April 2026

PD IPARI Purbalingga: Dari Halal Bihalal Hingga Porseni Tingkat Karesidenan Banyumas Mei 2026

Penampilan kolaborasi Group Hadroh Al Fiyar dan iringan orgen tunggal Arin Hidayat pada acara Halal Bihalal PD IPARI Purbalingga di Hasa Hall d’Pari Resto, Perumahan Grand Faza Babakan, Slatri, Kecamatan Kalimanah, Rabu (8/4/2026).(Foto: Saryono)

Purbalingga-Semangat kebersamaan dan kehangatan terasa kental dalam kegiatan Halal Bihalal Pengurus Daerah Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (PD IPARI) Kabupaten Purbalingga di Hasa Hall d’Pari Resto, Perumahan Grand Faza Babakan, Slatri, Kecamatan Kalimanah, Rabu (8/4/2026).

Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi para penyuluh agama Islam untuk mempererat silaturahmi pasca Hari Raya Idulfitri sekaligus memperkuat soliditas dalam menjalankan tugas pembinaan keagamaan di tengah masyarakat.

Suasana religius langsung terasa sejak awal acara melalui penampilan kolaborasi Group Hadroh Al Fiyar bersama pengiring musik Arin Hidayat. Lantunan shalawat yang menggema menghadirkan nuansa syahdu sekaligus membangun semangat kebersamaan di antara para peserta. 

Sosialisasi e-PA (Elektronik Penyuluh Agama) Islam oleh Staf Bimas Islam, Rokhani, pada acara Halal Bihalal PD IPARI Purbalingga di Hasa Hall d’Pari Resto, Perumahan Grand Faza Babakan, Slatri, Kecamatan Kalimanah, Rabu (8/4/2026).(Foto: Saryono)

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh M. Miftahul Fikri yang menambah kekhidmatan, disusul doa oleh Umar Abdul Fattah yang memohon keberkahan dan kelancaran seluruh rangkaian acara.

Ketua Panitia Pelaksana, Arin Hidayat, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak sekadar menjadi tradisi tahunan, melainkan juga sebagai sarana memperkuat ukhuwah dan meningkatkan sinergi antar penyuluh agama.

Hal senada disampaikan oleh Ketua PD IPARI Kabupaten Purbalingga, Khikam Aziz, saat membuka acara secara resmi. Ia menekankan pentingnya menjaga kebersamaan serta meningkatkan profesionalitas penyuluh agama sebagai garda terdepan dalam membina umat. 

Pengasuh Pondok Pesantren Muftahussholihin Banjarnegara, KH. Zahid Khasani, saat menyampaikan tausiyah pada acara Halal Bihalal PD IPARI Purbalingga di Hasa Hall d’Pari Resto, Perumahan Grand Faza Babakan, Slatri, Kecamatan Kalimanah, Rabu (8/4/2026).(Foto: Saryono)

“Melalui kebersamaan ini, kita perkuat komitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujarnya.

Kegiatan juga diisi dengan sosialisasi e-PA (Elektronik Penyuluh Agama) Islam oleh Staf Bimas Islam, Rokhani, yang menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi digital dalam pelaporan kinerja guna mendukung transparansi dan akuntabilitas.

Puncak acara diisi dengan tausiyah oleh KH. Zahid Khasani, Pengasuh Pondok Pesantren Muftahussholihin Banjarnegara.

Dalam penyampaiannya, beliau menegaskan bahwa “puncak akal setelah iman adalah kemampuan seseorang dalam menyebarkan kasih sayang,” yang menjadi refleksi penting bagi para penyuluh untuk mengedepankan pendekatan humanis dalam berdakwah. 

Sekretaris PD IPARI Kabupaten Purbalingga, Edi Rujito, saat memimpin rapat koordinasi PD IPARI Purbalingga usai acara Halal Bihalal PD IPARI Purbalingga di Hasa Hall d’Pari Resto, Perumahan Grand Faza Babakan, Slatri, Kecamatan Kalimanah, Rabu (8/4/2026).(Foto: Saryono)

Sebagai penutup, dilaksanakan rapat koordinasi yang dipimpin oleh Sekretaris PD IPARI Kabupaten Purbalingga, Edi Rujito, dengan agenda penyampaian hasil Rapat Kerja PD IPARI serta persiapan pelaksanaan Porseni tingkat Karesidenan Banyumas yang direncanakan berlangsung pada bulan Mei mendatang. Acara kemudian ditutup dengan ramah tamah yang semakin mempererat hubungan kekeluargaan antar peserta.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para penyuluh agama semakin solid dan mampu memberikan kontribusi nyata dalam membina umat serta menyebarkan nilai-nilai keagamaan yang menyejukkan di tengah masyarakat.(*) 

Kontributor: Saryono (PAI KUA Karangreja)
Editor: Imam Edi Siswanto

PD IPARI Purbalingga Takziah dan Kuatkan Keluarga Duka di Kutasari

Sekretaris PD IPARI Purbalingga, Edi Rudjito (Kanan) bersama Sudirman (tengah) saat di rumah duka di Desa Karangreja Kecamatan Kutasari, Sab...