Kondisi Masjid Asasun Najah di RT 16 RW 6, Desa Sidareja, Kecamatan Kaligondang, yang roboh pada Senin, 08 Desember 2025 sekitar pukul 12.00 WIB. (Foto: Wagino)
Purbalingga-Masjid Asasun Najah yang berada di RT 16 RW 6, Desa Sidareja, Kecamatan Kaligondang, dilaporkan roboh pada Senin, 08 Desember 2025 sekitar pukul 12.00 WIB.
Informasi tersebut disampaikan oleh Penyuluh Agama Islam (PAI) Kantor Urusan Agama (KUA) Kaligondang, Wagino, yang melakukan peninjauan langsung di lokasi kejadian.
BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/search/label/Kaligondang
Dalam laporannya, Wagino menjelaskan bahwa berdasarkan informasi dari Takmir dan warga bahwa, peristiwa tersebut terjadi secara tiba-tiba, tanpa adanya hujan lebat, angin kencang, ataupun faktor cuaca ekstrem lainnya.
Dalam laporannya, Wagino menjelaskan bahwa berdasarkan informasi dari Takmir dan warga bahwa, peristiwa tersebut terjadi secara tiba-tiba, tanpa adanya hujan lebat, angin kencang, ataupun faktor cuaca ekstrem lainnya.
![]() |
| Kondisi Masjid Asasun Najah di RT 16 RW 6, Desa Sidareja, Kecamatan Kaligondang, sebelum roboh (Foto: Istimewa) |
“Dugaan sementara, robohnya bangunan dipicu oleh konstruksi yang kurang kuat sehingga struktur masjid tidak mampu menopang beban dan akhirnya ambrol,” katanya.
Ia juga menyampaikan bahwa kerugian akibat kejadian ini diperkirakan mencapai lebih dari Rp 100 juta.
“Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut. Karena pada saat kejadian, masjid dalam keadaan kosong dan tidak digunakan untuk aktivitas jamaah,” jelasnya.
Hal ini turut mengurangi potensi risiko cedera meski keruntuhan bangunan terbilang cukup signifikan.
Wagino menambahkan bahwa warga sekitar bersama kepala desa dan tokoh masyarakat segera melakukan pengecekan lokasi serta mengamankan area reruntuhan untuk mencegah risiko tambahan, termasuk kemungkinan runtuhan susulan.
Ia menegaskan pentingnya pemeriksaan lebih lanjut serta pembangunan konstruksi yang lebih kuat guna menjaga keselamatan fasilitas ibadah di masa mendatang.(*)
Kontributor: Wagino (PAI KUA Kaligondang
Editor: Imam Edi Siswanto
“Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut. Karena pada saat kejadian, masjid dalam keadaan kosong dan tidak digunakan untuk aktivitas jamaah,” jelasnya.
Hal ini turut mengurangi potensi risiko cedera meski keruntuhan bangunan terbilang cukup signifikan.
Wagino menambahkan bahwa warga sekitar bersama kepala desa dan tokoh masyarakat segera melakukan pengecekan lokasi serta mengamankan area reruntuhan untuk mencegah risiko tambahan, termasuk kemungkinan runtuhan susulan.
Ia menegaskan pentingnya pemeriksaan lebih lanjut serta pembangunan konstruksi yang lebih kuat guna menjaga keselamatan fasilitas ibadah di masa mendatang.(*)
Kontributor: Wagino (PAI KUA Kaligondang
Editor: Imam Edi Siswanto


Tidak ada komentar:
Posting Komentar